(pada hari lahir mu) aku mula mengiranya dengan angka satu, sehingga nanti kuderatku diangkat, hilang.
Thursday, August 19, 2010
Monday, August 16, 2010
monolog 5
terima kasih.
sebab ingat
sebab cari
sebab jumpa
sebab cinta
terima kasih dan terima kasih. itu pun masih belum cukup aku rasa.
(for me, us is my fullstop)
Thursday, August 5, 2010
siang gelap.
bila bab bercakap, dia selalu di depan. tegas dan jelas. isu menteri, isu zina, isu pelajaran. semua ada dalam kepalanya. she's always do the talking, dan kadang-kadang aku mencelah bagi pandangan.
jadi malam tadi, dia jalankan tugas dia, "bla bla bla bla bla..."
dan aku celah, "eh," langsung tiada kena mengena dengan tajuk "lidah you boleh jadi senjata lah. go to hell with atomic bomb or AK-47, just with your word, people can die."
"jadi, you pun boleh mati sama?" dia tanya.
"nope," aku jawab, "i got my own fucking weapon. same as you dear, lidah is my weapon. but with different bullet. your bullet is word. mine is err you know kan..."
dia senyum, tunjuk fuck sign ke arah aku.
"err, can i use my weapon now, dear?"
jadi malam tadi, dia jalankan tugas dia, "bla bla bla bla bla..."
dan aku celah, "eh," langsung tiada kena mengena dengan tajuk "lidah you boleh jadi senjata lah. go to hell with atomic bomb or AK-47, just with your word, people can die."
"jadi, you pun boleh mati sama?" dia tanya.
"nope," aku jawab, "i got my own fucking weapon. same as you dear, lidah is my weapon. but with different bullet. your bullet is word. mine is err you know kan..."
dia senyum, tunjuk fuck sign ke arah aku.
"err, can i use my weapon now, dear?"
Friday, July 30, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)

